3 penulis, 3 buku, 3 hari workshop, dan 3 catatan mahasiswa bau kencur: bagian 1

“Ayah gak bawa sajadah?” tanya istri ditengah-tengah aku merapikan barang2 di dalam koper.
“Mashallah.. oh iya, say.. untung diingatkan. terimakssih ya..” jawabku kepada istri kemudian, masih tetap melanjutkan merapikan barang-barang. setelah memastikan bahwa semua barang sudah siap, aku mencium pipi putra kesayanganku, greno, dan juga istriku, saldhyna.
“doanya ya sayang.. semoga perjalanan ayah lancar.. presentasinya juga lancar…”
“amin….”
*******************************

Rennes, salah satu kawasan britani ini dipilih menjadi lokasi pertemuan para peneliti bidang spatial statistics and image analysis in biology untuk bertemu, berdiskusi, dan bertukar pikiran. Peneliti-peneliti yang datang berasal dari universitas di negara yang sangat beragam, mulai dari Prancis, Denmark, UK, Swedia, Republik Ceko, Jerman, Croatia, Finlandia hingga Saudi arabia. Konferensi kali akan diadadakan dalam 3 hari, rabu-kamis-jumat. Aku dipilih menjadi salah satu tamu undangan untuk mempresentasikan hasil thesis PhD-ku, yang tentu saja, ini semua berkat PhD advisorku, yang juga akan mempresentasikan hasil kerjanya yang lain.

Jantungku berdegub kencang, membayangkan bisa melihat langsung 3 penulis buku spatial statistics yang selama ini menjadi acuanku dalam melakukan penelitian S3. Penulis pertama bernama Rasmus waagepetersen, dari Alboorg university, Denmark. Beliau menulis buku berjudul: Statistical inference and simulation for spatial point processes. Buku ini merupakan buku pertama yang disodorkan advisorku saat memulai riset setahun setengah yang lalu, dan menjadi acuan utama dalam teori spatial point processes. Aku tidak berharap besar untuk bisa ‘ngobrol’ dengan beliau. Dulu saat konferensi internasional lainnya, aku tak sedikitpun bisa berbicara dengan Robert adler, yang merupakan guest lecturer, sekaligus penulis banyak buku, salah satunya berjudul The geometry of random fields. Karena pengalaman itu, aku tak berekspektasi banyak kali ini. Bisa berkenalan dan say hai kepada prof Rasmus saja sudah akan membuatku bahagia.

Penulis kedua bernama Jannine illian, seorang peneliti perempuan yang berkarya di university st.andrews, UK. Bukunya berjudul: Statistical analysis and modelling of spatial point patterns. Bukunya juga menjadi lalapan sehat makan siang-ku setelah beberapa minggu advisorku memberi buku prof Rasmus.

Penulis ke 3, ege rubak. Bukunya merupakan buku paling favorit dibandingkan dua buku diatas, judulnya Spatial Point Patterns: Methodology and Applications with R. Bahasanya lebih mudah dipahami untuk pemula, penjelasannya sangat runtut, dan penerapan dalam software R dipaparkan dengan sangat renyah. Ege rubak merupakan salah satu pemilik package R (bersama dengan Prof Adrian Baddeley dan Rolf Turner) yang sangat besar pemakainnya, spatstat. Beliau adalah target utamaku untuk bisa ngobrol, karena minimal aku sudah punya bekal karena dulu sempat berbalas email mengenai projek bukunya yang aku diminta untuk berkomentar. Beliau juga sangat akrab dengan PhD advisorku, jadi aku mungkin akan lebih mudah ‘mendekati’ penulis yang satu ini.

#hari pertama
kupercepat langkahku setelah melihat jam tangan, angka 8.35 terpampang disana, dan pukul 9.30 acara konferensi dimulai. Pukul 09.15 aku tiba di gedung tempat konferens, dan langsung melakukan registrasi. Kulihat beberapa orang disana, diantaranya ada PhD advisorku, Jeff, dan teman yang sudah kukenal dari konferensi sebelumnya, Christhope. sejauh ini aku belum melihat wajah 3 idolaku, atau karena aku belum familiar karena selama ini hanya bisa melihat wajahnya melalui foto di website.

‘Halo, christope. Bagaimana kabarmu?’ Tanyaku saat menghampirinya
‘Halo, Achmad. Ngomong-ngomong, selamat ya atas kelahiran anakmu.’
‘Terimakasih. Uda jadi bapak aja nih, Aku.’ Tawa kami kemudian meledak bersama. setelah selesai berbasa-basi, aku meninggalkan Christope dan memilih utk menyapa PhD advisorku, sekaligus duduk disebelahnya.
‘Hi, Jeff’ sapaku.
‘Hi, Achmad. Gimana perjalananmu kemarin?’ Kamipun mengobrol santai membahas hal remeh-temeh. Tak lama kemudian, seorang perempuan datang, bersama seorang laki-laki paruh baya, tinggi besar. Mereka berdua duduk di sebelahku, berseberangan dengan jeff. Aku tak terlalu memperhatikannya karena aku sedang mengobrol dengan jeff. perempuan ini tersenyum kepadaku dan menyapa advisorku. kami berdua menyambut senyumnya.
************************************

Tepat pukul 09.30 acara dimulai dengan presentasi dari Jesper moller, seorang penulis buku Statistical analysis and modelling of spatial point patterns bersama Prof Rasmus. Profesor yang ini terlihat garang dan serius, sudah terlihat dari fotonya, dan ternyata terbukti di dunia nyata. Aku tak terlalu mengidolakannya, walau sepertinya beliau sangat disegani di forum ini. Seperti dugaan, prof ini mendapatkan banyak atensi dari audiens. ‘wajarlah… kan penelitk kelas atas dan sangat disegani’ batinku.

‘Nanti Rasmus sepertinya akan mempresentasikan tentang palm distribution‘ ungkap Jesper di tengah-tengah presentasinya. ‘Benar tidak, Rasmus?’ imbuhnya.. ‘Dimana Rasmus?’ lanjut beliau..

‘Ya.. Aku disini’. suara tersebut terdengar sangat dekat. kutelaah sumber suara tersebut. Ternyata Rasmus duduk terpaut hanya dua kursi dari tempatku, tepat disamping perempuan yang duduk disampingku. ‘Ya Allah… ternyata prof Rasmus duduk deket banget.. dan aku baru sadar’. Aku mulai membayangkan topik apa yang akan kubicarakan kalau misal mau datang kepadanya. kucari-cari hal tersebut, tapi belum kutemukan.

Bayanganku menjadi terusik melihat perempuan yang duduk disampingku asik di depan mac-nya. Aku melihat dia sedang mempersiapkan slide presentasi, jadi bisa ditebak bahwa perempuan ini adalah tamu undangan juga. Selain itu, ibu ini juga asik membuka FB dan email secara bergantian. Diam-diam aku memperhatikan slide yang ia buat, berganti membuka fb dan menulis chat dengan seseorang, hingga ia membuka emailnya. Nampaknya ada email baru yang harus ia buka dan jawab. Ia mengetik sesuatu dalam tubuh emailnya, kemudian kulihat ia menekan tombol kirim. ia mengecek kembali email yang telah ia kirim, aku diam-diam mengintip catatan kakinya yang tertulis “Janine Illian”.

Astaghfirullah… perempuan yang dari tadi duduk dsampingku ini ternyata prof dari UK yang menuliskan buku Statistical analysis and modelling of spatial point patterns. Tiba-tiba aku menjadi gugup……

Advertisements

3 thoughts on “3 penulis, 3 buku, 3 hari workshop, dan 3 catatan mahasiswa bau kencur: bagian 1

  1. tini@20 says:

    Reblogged this on Semangat Menghebat ^^ and commented:
    Kamu (Partini Ningsih) juga harus semangattt ^^
    Sekedar penasaran ke “Spasial” aja mah gak cukupp, belajar doong –‘

  2. tini@20 says:

    izin reblog ya mas Didin (y) 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s