Jawapos: Sebulan Pulang Kampung, Langsung Jadi Motivator

Sebulan ini aktivitas Achmad Choirudin tidak sekadar bersilaturahmi ke sanak keluarganya dan berpuasa Ramadan. Saat ini Achmad justru ramai ”job”. Bekas sekolahnya, SMAN 1 Krian, dan kampusnya ketika berkuliah S-1, ITS, kerap mengundangnya.

Mereka meminta pemuda 22 tahun tersebut menjadi motivator belajar adik-adik kelasnya. ”Temanya catch your dream,” kata Achmad saat ditemui di rumahnya yang sederhana di Desa Simoangin-angin, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, kemarin.

Dalam memotivasi, Achmad menyetel video berdurasi sekitar lima menit yang berisi mimpi-mimpinya selama ini. Video itu amat memikat. Di antaranya, ketika menimba ilmu statistik di ITS, Achmad menginginkan lulus dengan IPK 3,51. Namun, yang diraihnya 3,79. Sama halnya, ketika menargetkan bisa menginjakkan kaki di luar negeri di usia muda, ternyata Achmad berkesempatan belajar di Universite d’Aix-Marseille, Prancis. Di negeri itu, Achmad belajar ilmu matematika terapan. Achmad mengaku diminta untuk memotivasi adik-adik kelasnya. ”Agar mereka juga ikut menundukkan Prancis di bidang ilmu,” terangnya.

Dia belajar amat keras demi meraih cita-citanya. Tiga bulan pertama belajar di dalam kelas, dia menyatakan masih sulit berbahasa Prancis. Bahkan, dia tidak memahami apa yang dibahas di dalam kelas. Meski, sejak dari Indonesia dia sudah mengikuti kursus intensif selama lima bulan penuh. ”Di dalam kelas, saat teman-teman tertawa, saya juga ikutan. Padahal, saya tak paham apa yang ditertawakan,” ucapnya lantas tertawa. Namun, dengan belajar keras, Achmad bisa menaklukkan pendidikan di Prancis yang serbadisiplin.

Berangkat setahun lalu, kini studi Achmad nyaris rampung. Yang lebih hebat lagi, hasilnya menggembirakan. Pemuda kampung tersebut lulus dengan nilai terbaik. ”Saya sidang tesis September nanti,” ungkapnya.

Bahkan, ketika gelar master belum digondol, Achmad sudah diterima studi doktoral di Universite Joseph Fourier, Grenoble, di negara yang sama. Dia menargetkan bisa merengkuh gelar doktor pada 2017 atau ketika usianya tepat 25 tahun.

”Ketika mengajukan proposal studi, saya menyingkirkan sekitar 20 pesaing dari negara lain. Hingga yang diterima hanya tiga orang, yakni Indonesia, Spanyol, dan satu lagi, kalau tak salah dari Rusia,” ujarnya.

Bila semuanya tuntas, Achmad ingin pulang ke Indonesia. Sebenarnya bila berpikir pragmatis, dia bisa saja terus bertahan di luar negeri. Sebab, lebih mudah mencari penghidupan. Bahkan, kekhawatiran ilmuwan di Indonesia tak dihargai juga menghinggapi. Namun, Achmad berpikir lain. Dia yakin suatu saat Indonesia akan membutuhkannya. ”Mimpi saya menjadi rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK),” katanya.

Dia menambahkan bahwa kesempatan pulang kampung tersebut hanya sebulan. Itu pun merupakan hadiah bagi sang ibu, Kastupah. Sebab, sejatinya ibunya kurang sreg bila Achmad terus-terusan di negeri orang. Namun, Achmad berhasil meyakinkan sang ibu. ”Oleh-olehnya saya pulang selama sebulan ini,” ujar pemuda kerempeng itu lantas tersenyum.

Achmad adalah anak kampung tulen. Sehari-harinya orang tuanya, Yauman dan Kastupah, bekerja nguyang di mesin penggilingan padi yang terletak persis di belakang rumahnya. Itu adalah aktivitas mengeringkan gabah, lalu menggiling menjadi beras dan menjualnya ke toko-toko di kampungnya. Ketika masih berkuliah S-1, Achmad juga rajin membantu orang tuanya memasukkan gabah ke dalam sak, seusai dijemur.

Yauman, ayah Achmad, mengatakan bahwa anaknya terbiasa belajar keras ketika bersekolah. Ibunya, Kastupah, juga amat keras mendidiknya. Sehari, anak-anaknya harus belajar tiga kali. Yakni, selepas subuh, siang, dan setelah magrib. ”Semua orang bilang, ’Cak Man, anakmu kuliahnya sukses, ya.’ Saya hanya katakan, sebenarnya biasa saja, saya penginnya dia mondok. Tapi, sebagai anak laki-laki, dia punya pilihan kuat,” ucapnya.

dikutip dari sebuah rubrik di website Jawa Pos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s